Pengetahuan di otak yang memotivasi tindakan-tindakan manusia.
Dan tindakan tindakan itu mengasilkan kebiasaan.
Dan kebiasaan-kebiasan tersebut membuahkan karakter dalam hidup manusia.
Jadi pengetahuan apa yang manusia masukan kedalam otaknya itulah yang menjadikan prinsif-prinsip dilam hidupnya dari prinsip inilah timbul tindakan-tindakan sebagai embrio sebuah karakter.
Cotoh: ada pengetahuan yang dimasukan kedalam otaknya seperti ini "laki-laki tabu untuk menangis ..katanya itu bukan pria sejati" maka pribadi tersebut tabu untuk menangis .... bukankah menangis itu sifat yang alamiah ... apa hubungannya pria sejati dengan tidak mengis .....bagi saya itu hal yang lucu sekali ....dan banyak lagi yang lain seperti itu
jadi jika ingin hidup ini berarti alias tidak konyol isilah otak kita atau anakmu dengan kebenaran yang datangnya dari sang Khalik.
Selasa, 27 Oktober 2009
Jumat, 16 Oktober 2009
Jumlah Orang MEINGGAL karena MEROKOK lebih besar dibandingkan korban NUKLIR
Jika kita berasumsi secara bebas dengan sebuah pertanyaan; jumlah korban mana yang paling banyak diantara jumlah orang yang meninggal karena radiasi nuklir dengan orang yang meninggal karena merokok?. Seandainya anda pakar kesehatan, tentu anda akan menjawab secara meyakinkan bahwa orang yang meninggal karena merokok, lebih banyak jumlahnya. Dan itu fakta. Tetapi dikarenakan media-media informasi seperti TV, surat kabar, ataupun internet, lebih banyak menyuguhkan negatifnya nuklir, sehingga sering mempengaruhi opini publik.
Anda bayangkan saja, jika anda disuguhkan suatu berita tentang peristiwa Hiroshima dan Nagasaki ataupun peristiwa Tragedi Chernobyl yang merengut nyawa ribuan orang sekaligus. Tentu anda akan menyatakan nuklir sangat berbahaya dan berasumsi jumlah korban nukilr lebih banyak karena korbannya secara massal. Hal ini jauh berbeda dengan korban merokok, tentu kita tidak pernah mendengar adanya korban massal akibat keracunan asap rokok. Yang ada korban akibat merokok berjatuhan disekitar kita, yang terkadang tidak kita sadari. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 4,9 juta orang meninggal dunia tiap tahunnya. Umumnya vonis akhir secara kesehatan bagi korban merokok ini adalah karena mengidap penyakit kanker.
Deskripsi diatas adalah salah satu contoh bahwa radiasi alam lebih berbahaya dari radiasi nuklir? kok bisa? Sebenarnya tanpa disadari oleh para perokok, bahwa selama mereka merokok, mereka telah terpapar radiasi salah satu gas radioaktif alam yaitu gas radon yang terdapat dalam daun tembakau. Radioaktif alam ini berasal dari pupuk fospat (P) yang dipupukkan pada daun tembakau sehingga gas radon terakumulasi di dalam tembakau. Sehingga perokok akan mudah terkena kanker paru-paru karena radiasi dari gas radon tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru.
Kapan saudaraku-saudaraku berhenti merokok ? inilah waktunya .... Aku telah berhenti merokok dan anda semua pasti bisa!!!
Anda bayangkan saja, jika anda disuguhkan suatu berita tentang peristiwa Hiroshima dan Nagasaki ataupun peristiwa Tragedi Chernobyl yang merengut nyawa ribuan orang sekaligus. Tentu anda akan menyatakan nuklir sangat berbahaya dan berasumsi jumlah korban nukilr lebih banyak karena korbannya secara massal. Hal ini jauh berbeda dengan korban merokok, tentu kita tidak pernah mendengar adanya korban massal akibat keracunan asap rokok. Yang ada korban akibat merokok berjatuhan disekitar kita, yang terkadang tidak kita sadari. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 4,9 juta orang meninggal dunia tiap tahunnya. Umumnya vonis akhir secara kesehatan bagi korban merokok ini adalah karena mengidap penyakit kanker.
Deskripsi diatas adalah salah satu contoh bahwa radiasi alam lebih berbahaya dari radiasi nuklir? kok bisa? Sebenarnya tanpa disadari oleh para perokok, bahwa selama mereka merokok, mereka telah terpapar radiasi salah satu gas radioaktif alam yaitu gas radon yang terdapat dalam daun tembakau. Radioaktif alam ini berasal dari pupuk fospat (P) yang dipupukkan pada daun tembakau sehingga gas radon terakumulasi di dalam tembakau. Sehingga perokok akan mudah terkena kanker paru-paru karena radiasi dari gas radon tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru.
Kapan saudaraku-saudaraku berhenti merokok ? inilah waktunya .... Aku telah berhenti merokok dan anda semua pasti bisa!!!
Kamis, 01 Oktober 2009
Jadinya Aku Ketawa
Peristiwa ini kira-kira delapan tahun yang lalu ... waktu itu anak ku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Setiap hari aku antar jemput dia, karena jemputan anak sekolah disini terasa mahal ...atau aku yang terlalu sayang ama anakku ... he..he..he... Biasanya aku ambil jalan pintas , sesungguhnya itu bukan jalan umum, tetapi jalur pipa PDAM, jalannya cuma dari tanah merah, tetapi cukup rata dan kalau musim kemarau sungguh sangat berdebu, tanah merah yang lembut itu mudah sekali terbang dan berhamburan tatkala ada kendaran yang melintas.
Pagi yang cerah ...
seperti biasa aku antar anakku berangkat sekolah,
ke arah matahari yang sedang merekah
Vespa yang setia dengan penuh suka cita melangkah
menelusuri jalan tanah ....
mataku menelisik jauh kedepan
Kulihat debu-debu tanah menari berdekapan
bergulung-gulung seperti sebuah ledakan
karena ... motor yang dikemudikan seperti dikejar setan
Sungguh ... sungguh ..... ini sungguh keterlaluan...
Benak ku mulai berbicara, berpicara penuh dengan kejengkelan
Hatiku berbicara ... berbicara hanya didalam ..
Tidakkah kau sadari anak muda...perbuatanmu sungguh banyak merugikan
Bukankah dengan berkendaraan pelan ... kamu tidak membangkitkan debu sehingga dia tetap diam ..
mengapa ....mengapa ini kau lakukan.
Nak ... kita akan melawati hamburan debu seperti kawanan domba berbulu merah
Kalau kita mulai masuk tutup hidungmu dengan krah
Mataku tajam menatap pemuda itu
tanganku menunjuk ke depan ... menunjuk debu yang ia tinggalkan
Vespa ku semakan pelan aku kemudikan .. dan semakin tajam kutatap wajahnya yang semakin mendekat
Terus kutatap dia, sampai aku menoleh kebelakang mengikuti geraknya .....
Betapa aku terkejut ... melihat hamburan debu yang aku tinggalkan lebih parah dari pada anak muda itu
aku baru sadar walaupun aku jalanku pelan, tetapi knalpotku mengarah kebawah dan meniup debu ...
Trus didalam hatiku yang paling dalam ada suara yang lembut dan penuh kesejukan berkata...
"Oleh sebab itu jangan terlalu melihat apa yang diakibatkan orang lain ..kamu akan merespon yang kurang tepat ...tapi lihatlah apa yang kamu timbulkan ..kamu akan berubah dan mendapat hikmat"
Jadinya Aku Ketawa ............
Jangan hidup berdasarkan pada asumsi, karena asumsi bukanlah sebuah kebenaran
Janganlah puas hidupmu berdasarkan kebenaran, karena itu cuma berhenti pada pengetahuan
Tetapi hidupilah kebenaran itu dalam kehidupanmu itulah hidup dalam hikmat Allah.
Pagi yang cerah ...
seperti biasa aku antar anakku berangkat sekolah,
ke arah matahari yang sedang merekah
Vespa yang setia dengan penuh suka cita melangkah
menelusuri jalan tanah ....
mataku menelisik jauh kedepan
Kulihat debu-debu tanah menari berdekapan
bergulung-gulung seperti sebuah ledakan
karena ... motor yang dikemudikan seperti dikejar setan
Sungguh ... sungguh ..... ini sungguh keterlaluan...
Benak ku mulai berbicara, berpicara penuh dengan kejengkelan
Hatiku berbicara ... berbicara hanya didalam ..
Tidakkah kau sadari anak muda...perbuatanmu sungguh banyak merugikan
Bukankah dengan berkendaraan pelan ... kamu tidak membangkitkan debu sehingga dia tetap diam ..
mengapa ....mengapa ini kau lakukan.
Nak ... kita akan melawati hamburan debu seperti kawanan domba berbulu merah
Kalau kita mulai masuk tutup hidungmu dengan krah
Mataku tajam menatap pemuda itu
tanganku menunjuk ke depan ... menunjuk debu yang ia tinggalkan
Vespa ku semakan pelan aku kemudikan .. dan semakin tajam kutatap wajahnya yang semakin mendekat
Terus kutatap dia, sampai aku menoleh kebelakang mengikuti geraknya .....
Betapa aku terkejut ... melihat hamburan debu yang aku tinggalkan lebih parah dari pada anak muda itu
aku baru sadar walaupun aku jalanku pelan, tetapi knalpotku mengarah kebawah dan meniup debu ...
Trus didalam hatiku yang paling dalam ada suara yang lembut dan penuh kesejukan berkata...
"Oleh sebab itu jangan terlalu melihat apa yang diakibatkan orang lain ..kamu akan merespon yang kurang tepat ...tapi lihatlah apa yang kamu timbulkan ..kamu akan berubah dan mendapat hikmat"
Jadinya Aku Ketawa ............
Jangan hidup berdasarkan pada asumsi, karena asumsi bukanlah sebuah kebenaran
Janganlah puas hidupmu berdasarkan kebenaran, karena itu cuma berhenti pada pengetahuan
Tetapi hidupilah kebenaran itu dalam kehidupanmu itulah hidup dalam hikmat Allah.
Marhaeni Djokopuspito 070865016 Mas Koko
Langganan:
Postingan (Atom)
