Kamis, 01 Oktober 2009

Jadinya Aku Ketawa

Peristiwa ini kira-kira delapan tahun yang lalu ... waktu itu anak ku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Setiap hari aku antar jemput dia, karena jemputan anak sekolah disini terasa mahal ...atau aku yang terlalu sayang ama anakku ... he..he..he... Biasanya aku ambil jalan pintas , sesungguhnya itu bukan jalan umum, tetapi jalur pipa PDAM, jalannya cuma dari tanah merah, tetapi cukup rata dan kalau musim kemarau sungguh sangat berdebu, tanah merah yang lembut itu mudah sekali terbang dan berhamburan tatkala ada kendaran yang melintas.

Pagi yang cerah ...
seperti biasa aku antar anakku berangkat sekolah,
ke arah matahari yang sedang merekah
Vespa yang setia dengan penuh suka cita melangkah
menelusuri jalan tanah ....

mataku menelisik jauh kedepan
Kulihat debu-debu tanah menari berdekapan
bergulung-gulung seperti sebuah ledakan
karena ... motor yang dikemudikan seperti dikejar setan
Sungguh ... sungguh ..... ini sungguh keterlaluan...

Benak ku mulai berbicara, berpicara penuh dengan kejengkelan
Hatiku berbicara ... berbicara hanya didalam ..
Tidakkah kau sadari anak muda...perbuatanmu sungguh banyak merugikan
Bukankah dengan berkendaraan pelan ... kamu tidak membangkitkan debu sehingga dia tetap diam ..
mengapa ....mengapa ini kau lakukan.

Nak ... kita akan melawati hamburan debu seperti kawanan domba berbulu merah
Kalau kita mulai masuk tutup hidungmu dengan krah

Mataku tajam menatap pemuda itu
tanganku menunjuk ke depan ... menunjuk debu yang ia tinggalkan
Vespa ku semakan pelan aku kemudikan .. dan semakin tajam kutatap wajahnya yang semakin mendekat
Terus kutatap dia, sampai aku menoleh kebelakang mengikuti geraknya .....
Betapa aku terkejut ... melihat hamburan debu yang aku tinggalkan lebih parah dari pada anak muda itu
aku baru sadar walaupun aku jalanku pelan, tetapi knalpotku mengarah kebawah dan meniup debu ...
Trus didalam hatiku yang paling dalam ada suara yang lembut dan penuh kesejukan berkata...
"Oleh sebab itu jangan terlalu melihat apa yang diakibatkan orang lain ..kamu akan merespon yang kurang tepat ...tapi lihatlah apa yang kamu timbulkan ..kamu akan berubah dan mendapat hikmat"

Jadinya Aku Ketawa ............

Jangan hidup berdasarkan pada asumsi, karena asumsi bukanlah sebuah kebenaran
Janganlah puas hidupmu berdasarkan kebenaran, karena itu cuma berhenti pada pengetahuan
Tetapi hidupilah kebenaran itu dalam kehidupanmu itulah hidup dalam hikmat Allah.

Marhaeni Djokopuspito 070865016 Mas Koko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar